Mitos Penumpang Hantu di Jembatan Eretan, Indramayu Bikin Merinding



Narasi di siang bolong itu berawal saat Nenek Tureni (55) bercerita masalah anak gadis yang alami kecelakaan di dekat jembatan Eretan tengah bulan kemarin. Satu bis penumpang meluncur cepat menantang arus serta menabrak seorang anak wanita yang masih belia.

Momen itu bukan 1x ini saja, seringkali kecelakaan berlangsung sesudah kendaraan melewati Jembatan Eretan dengan kecepatan tinggi, seolah tidak permisi. Ya, jembatan itu simpan cerita-cerita tidak masuk nalar semenjak jaman dulu buat warga Eretan, Indramayu, Jawa Barat.

"Jembatan ini sich telah dari jaman saya kecil dahulu. Jika dahulu ceritanya lain. Seringkali ada yang ingin menumpang, meminta dianterin. Umumnya yang menjadi korban itu tukang becak. Tetapi demikian sampai, si penumpang justru hilang serta rumah-rumah beralih jadi kuburan," narasi Nenek Tureni di tempat tinggalnya yang terdapat persis dibawah jembatan, Kamis (17/7/2014).

Ada juga narasi mengenai orang misterius yang tetap minta klakson saat kendaraan akan lewat. Seputar 50 mtr. dari sana memang ada pemakaman di kiri serta kanan jalan.

"Pernah ada juga orang malam-malam bawa serta mobil, terus mendadak berada di tengah kuburan situ. Tetapi tidak ada rusak tidak ada apa-apa mobilnya," tambah Nenek Tureni.

Cerita yang dikisahkan Nenek Tureni juga diamini suaminya, Kakek Kusno (60). Menurutnya jembatan yang pertama-tama dibuat waktu jaman penjajahan Jepang itu banyak tanda pertanyaan.

"Dahulu sich belum dibeton ini. Banyak cerita-cerita demikian di sini," kata Kakek Kusno.

Jembatan itu memang kelihatan lebih kecil dari jalan biasa. Ruas jembatan itu seperti penyempitan jalan.

Belum juga tambalan jalan yang tidak halus hingga berasa bergelombang waktu lewat. Kendaraan yang meningkatkan tinggi kendaraannya akan susah mengerem sebab jalan alami penurunan setelah jembatan.

Penerangan di selama jalan itu masih kurang. Untuk lewat pada malam hari butuh tambahan berhati-hati.

"Saya sampai jemu jika ada orang kecelakaan yang dibawa ke rumah saya ini," tutur Nenek Tureni yang pertama-tama bangun rumah di seputar Jembatan Eretan.