Cerita Mistis Pulau Kosong di Tengah Danau Sunter
Festival Danau Sunter 2018 tinggal beberapa hari. Usaha percantik ruang danau bikinan yang bisa menjadi tempat balapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno versi Menteri Kelautan serta Perikanan Susi Pudjiastuti itu juga dikerjakan Pemerintah Propinsi DKI.
Dua hari mendekati Festival Danau Sunter, tempat itu sudah diatur dengan rapi sesuai kemauan Menteri Susi. Mulai pedestrian, pengerukan lumpur serta bersihkan sampah, sampai menempatkan lampu jalan. Tetapi jauh sebelum dipercantik, siapa kira Danau Sunter sering jadikan tempat ritual minta togel oleh beberapa pendatang.
Ritual itu dikerjakan ditengah-tengah Danau Sunter. Ada satu pulau kecil, yang oleh orang ditempat disebutkan "pulo". Bila jalan-jalan di selama tepi Danau Sunter 1 akan kelihatan satu pulau kecil kurang dari satu hektare ditengah-tengah danau. Walau sebenarnya dari terlalu jauh pulau tidak berpenghuni itu seperti pulau biasa yang hijau dipenuhi pohon kelapa, mangga, serta pisang.
Jarak di antara pinggir danau serta pulo seputar 30 mtr.. Untuk ke arah sana diperlukan perahu kecil atau getek.
Salah seorang masyarakat ditempat, Poniran, 66 tahun, akui seringkali hadir ke pulo untuk memancing ikan saat malam hari. Dia tinggal di RT 15 RW 01, Sunter Jaya. Tempat tinggalnya memang pas di belakang Danau Sunter.
Seorang olahragawan ski berlatih di Danau Sunter, Jakarta Utara, Rabu, 21 Februari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.
Satu malam, saat anteng menanti ikan hadir di tepi pulo, dia mendadak mencium berbau dupa. Baunya ciri khas seperti di kelenteng-kelenteng Cina.
Bingung ada berbau dupa ditengah-tengah danau, rasa ingin tahu Poniran muncul. Pikirannya mulai beberapa macam waktu itu. Dia juga langsung tinggalkan alat pancing serta bergegas ke arah sumber berbau.
Sesudah berjalan beberapa mtr. ke tengah pulo, mendadak dibalik pohon-pohon dia lihat seorang pria paruh baya sedang menanamkan lima dupa liong ke tanah. Dari perawakannya, pria itu keturunan Tionghoa.
Di muka dupa yang dia tusukkan, kelihatan beberapa jenis buah-buahan, seperti pisang satu sisir, apel, pepaya, serta semangka yang dibelah dua. Buah-buahan itu ditempatkan demikian rupa seperti sesajen.
Poniran juga menegur pria itu dengan ramah. Tetapi pria itu terkejut 1/2 mati lihat kedatangan Poniran. Tubuhnya terjengkang ke belakang.
1/2 terlentang, dia memandang Poniran dari terlalu jauh dengan ekspresi ketakutan. Saat Poniran menanyakan apa yang dia kerjakan di pulau, pria itu tidak dapat menjawab satu kata juga. Bibirnya kelu serta dia cuma keluarkan beberapa suara yang tidak jelas.
“Dia seperti orang gagu lihat saya. Saya katakan ke ia, 'Eh mengapa, Pak? Saya manusia, bukan setan, tidak perlu takut'," kata Poniran menirukan ucapannya sendiri waktu itu.
Tidak mau mencari permasalahan, Poniran juga kembali pada tempat memancing ikan. Saat di perjalanan pulang, dia berjumpa dengan partnernya Sodikin, 56 tahun, di tepi danau. Poniran juga memberitahu pada Sodikin mengenai terdapatnya orang yang bermain dupa di pulo. Sodikin menjawab dengan enjoy, "Itu orang cari nomor togel, saya yang mengantarkan gunakan perahu."
Poniran tidak ingat tentu kapan insiden itu berjalan. “Sekitar tahun 1993 atau 1994, lah, ramainya nomor SDSB (bantuan dermawan sosial berhadiah),” katanya. SDSB ialah lotre atau berhadiah undian ala Orde Baru.
Semenjak insiden itu, Poniran tidak merasakan terkejut bila ada orang yang hadir ke pulo untuk arah aneh-aneh.
Dengan pribadi, Poniran belum pernah merasakan insiden di luar logika di pulau kosong itu. Cuma satu yang dia kuatirkan waktu berkunjung ke pulo, yaitu serangan ular. Seringkali memang seringkali diketemukan ular sanca di daerah Danau Sunter.
Beberapa masyarakat ditempat menyebutkan pulo adalah sisa tempat berdirinya tiang pemancar Bandar Udara Internasional Kemayoran, yang mulai aktif pada 1940. Jarak Danau Sunter dengan tempat sisa Lapangan terbang Kemayoran memang tidak jauh, yaitu cuma 2,5 km..
Kepala RT 22 RW 01 Sunter Jaya Zainudin menjelaskan, pulo di Danau Sunter 1 dulu memang seringkali jadikan tempat bertapa oleh beberapa pendatang. Jadi kepala RT, Zainudin sering dikunjungi beberapa orang yang izin bertapa disana. Mereka biasa hadir setelah magrib serta pulang pada subuh.
“Kata beberapa orang yang bertapa disana, tuturnya ada sesosok wanita cantik yang beberapa tubuhnya berupa ular. Saya belum pernah lihat,” sebut Zainudin.
Zainudin menjelaskan kegiatan bertapa di pulo banyak dikerjakan beberapa pendatang. Sedang warga ditempat makin banyak lakukan pekerjaan selayaknya bila bertandang ke pulo, seperti bercocok tanam serta memancing ikan.
Pengunjung Danau Sunter, Jakarta Utara, sekarang dimanja dengan sarana pedestrian. Lebarnya beragam, dari 4 sampai 7 mtr., Rabu, 21 Februari 2018. TEMPO/Alfan Hilmi.
Sekarang telah jarang-jarang pendatang yang berkunjung ke Danau Sunter untuk arah mistis. “Sekarang telah enak, lebih jelas, beberapa orang bertandang. Jika dulu kan gelap, jadi kesannya seram saja,” papar Zainudin.
Beberapa ruang danau bikinan itu sekarang telah diatur serta lampu penerangannya ditambah. Beberapa pengunjung dimanja dengan pedestrian yang diperlengkapi dengan jalan sepeda mendekati Festival Danau Sunter pada 25 Februari 2018, yang akan didatangi Sandiaga Uno serta Susi Pudjiastuti. Walau demikian, air di Danau Sunter masih jauh dari kata jernih.
